19 September 2016

Mario Teguh, Teladan Ayah yang Buruk


Mario Teguh mengendong Kiswinar, 
Semalam, Sabtu, 18 September 2016, saya mengganti cepat chanel Kompas TV begitu mendengar suara motivator terkenal Mario Teguh. Sejak  Ario Kiswinar menyatakan bahwa ia adalah anak kandung yang ditelantarkan Mario Teguh, pada acara Hitam Putih, Rabu, 7 September 2016, saya kapok dicipoa Mario Teguh.  Beliau mengambil peran sebagai orang yang bijak yang menginspirasi orang lain dengan kata-kata golden way-nya, namun kenyataannya Mario Teguh adalah ayah yang buruk. Sekedar tukang dagang kata-kata belaka.

Sejak perceraian mamanya, Ariyani Soenarto dan papanya, Mario Teguh, Ario Kiswinar beberapa kali bertemu langsung dengan Mario Teguh. Di antara pertemuan antara ayah dan anak yang sedikit yang dikenang Kiswinar adalah pertemuan tahun 1998 (18 tahun yang lalu). Kala itu Kiswinar berusia 12 tahun dan baru menginjak kelas 1 SMP.  Satu hari sepulang sekolah, ia terkejut melihat Mario Teguh menyambut di pintu gerbang sekolah. 

Dia datang bersama istri barunya, membawakan mainan. Setelah bertemu di sekolah itu, Mario Teguh menghilang lagi sampai usia saya 17 tahun. Pertemuan singkat berikutnya terjadi pada tahun 2003, ketika Kiswinar duduk di bangku SMA, Kiswinar memutuskan untuk kuliah mengambil jurusan desain grafis, ia memberanikan diri menelpon Mario Teguh untuk bertemu dan berharap ayahnya berkenan membiayai kuliahnya. Pertemuan berlangsung di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kiswinar datang ditemani paman dari pihak ibunya. Sementara Mario, ditemani Linna. 

Kiswinar pun menyampaikan uneg-unegnya dan meminta Mario Teguh membiayai kuliah sebagai bagian tanggung jawab sebagai seorang ayah. Namun, ada saja alasannya, dia banyak mengelak, katanya soal kuliah, bisa dibicarakan lagi, curhat Kiswinar pada tabloid bintang.

Di depan televisi, istri saya saya sering berujar, “Enak ya, kalau punya Bapak Mario Teguh, dia selalu punya solusi untuk setiap masalah.” Namun kata Ario Kiswinar Teguh, motivator, itu sekedar pekerjaan, itulah cara beliau mencari uang, tak selamanya kata-kata sesuai dengan perbuatan. 

Perceraian membuat Ario Kiswinar kehilangan cinta dan perhatian ayahnya, sebenarnya Mario Teguh bukan manusia yang super sibuk, namun super tidak tidak punya kepedulian, dengan kata lain ketiadaan cinta belaka. Itu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar