05 Januari 2015

Sosial Entrepreneur Academy (SEA)- Dompet Duafa


Pak Jokowi menaikkan gaji mereka menjadi 1,7 juta
“Orang terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan menjadi miskin bukan hanya disebabkan karena keterbatasan modal awal, namun akses terbatasnya pendayagunaan sumber daya.”

(Amartya Sen- Peraih Nobel Ekonomi)

Tanggal 27/12/2014, saya mengikuti kopdar berbagai komunitas di RM Pak Ewok, dan tak sengaja saya menemukan buku keren ini  di rak perpustakaan: Young Sosial Entrepreneur Indonesia, di dalamnya berisi perjalanan sukses beberapa komunitas dalam mengembangkan kreativitasnya seperti : 
@flohope_id, http://flohope.com, satu tangkai berjuta harapan; enigami (baca: imagine); Desa Inovasi Mandiri; @desainovasi, http:// desainovasimandiri.org, icdc.indonesia@gmail.com; nalacity; dreamdelion community empowerment, @Dreamdelion, http://dreamdelion.com, Dwaya Manikam : start empaty .
Semoga tahun 2016 buku ini direvisi dan memuat @terminalhujan, sebelumnya saya menceritakan SEA,lembaga yang mendukung komunitas wirausaha social di atas saya ingin menyampaikan kisah tentang Hugh Hefner. 

Hugh Hefner, Lelaki Gatal yang Cerdik
Hugh Hefner memang lelaki gatal. Setelah dia memperoleh klise foto telanjang Marlyn Monroe diam-diam dia menyusun strategi demi mewujudkan impiannya menerbitkan majalah yang diyakini pasti dinanti-nanti banyak laki-laki.

Tanpa modal tapi punya ambisi, maka dia memasang iklan untuk mengumpulkan uang dari calon pelanggan majalahnya. Tentu saja foto Maryin Monroe yang dijamin syur tersebut diagung-agungkan dalam iklan. Ternyata, pria yang gatal  di seantero Amerika Serikat saat itu banyak sekali. Maka terbitlah playboy dengan mulus dan berjaya hingga kini. Tak ada pelanggan yang kecewa apalagi menyesal.
Nah Hugh Hefner saja bisa, apalagi teman-teman di komunitas wirausaha social dengan niat yang lebih mulia, dari aki-aki ganjen di atas. Baiklah, saya perkenalkan lembaga SEA untuk teman-teman sekalian.

SEA adalah sebuah program khusus dari Dompet  Duafa yang bertujuan untuk membentuk dan mendampingi para wirausahawan social agar bisa secara optimal memanfaatkan potensi yang mereka miliki sehingga bisa memebri dampak yang lebih luas kepada masyarakat marjinal yang mereka berdayakan.

SEA dibentuk pada pertengahan 2012 dengan beberapa program kerja sebagai berikut.
  •   Class of Sosial Entrepreneur (Pendampingan wirausaha social selama kurang lebih 6 bulan)
  • Sosial Entrepreneurship Training (untuk perusahaan dan NGO)Sosial Entrepreneurship Seminar (untuk mahasiswa)
  • Sosial Trip (wisata ke lokasi-lokasi pemberdayaan masyarakat  dalam dan luar negeri)
  • Gelar Karya Wirausaha Sosial (Pameran Produk  Kewirausahaan Sosial)
Info lebih lanjut seputar SEA bisa diperoleh di :
Kantor Pusat Dompet Duafa, 
Jl. Ir. H. Juanda No. 50, Komplek Perkantoran Ciputat Indah Permai , 
Ciputat, Telp 021 741 6050 Fax 021- 741 6070

Facebook : Sosial Entrepreneur Academy
Twiter : @SosialBisnis

Menjadi ada adalah karunia, sebab kita tidak dapat mengadakan diri kita sendiri. Tetapi menjadi ada saja tidaklah cukup. Kita ada karena diperintahkan untuk memiliki makna. 
Selamat  menjadi wirausahawan sosial yang hebat, dan mampu menularkan kesejahteraan pada lingkungan terdekat di sekitar Anda.

Sumber :
Young Sosial Entrepreneur Indonesia, Goris Mustaqim, M. Sarudi Putra S, Yovita Salysa Aulia, dkk, Dompet Dhuafa, Jakarta, Desember 2013.

Sumber gambar :
http://www.kaskus.co.id/thread/51ecaf6b7e1243a252000000/penyapu-jalan-sejak-jokowi-gaji-saya-jadi-rp-1,7-juta
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar