09 Agustus 2011

Parcel Cinta di Hari Raya

Parcel Cinta di Hari Raya
Buku katalog  parcel itu menjelang lebaran jadi rebutan. Rujukan orang-orang yang hendak membeli parcel. Bingkisan lebaran itu kini isinya beragam. Tak hanya berupa makanan, bisa guci, seperangkat piring dan gelas cantik, sajadah, sarung, mukena, buku, lukisan, dan sebagainya.

Di tahun 2002, saya pernah mencicipi bekerja di perusahan yang menjual Index Hangseng,.semacam komoditas atau nama populernya saham. Jabatan saya waktu itu broker, setiap broker wajib mencari nasabah: orang kaya bingung yang rela menginvestasikan uangnya minimal 100 juta. untuk membeli Index Hangseng tersebut.

Grafik index Hangseng
Jika sudah dapat nasabah, broker seperti orang gila, mereka melakukan aksi jual atau beli hanya lewat layar monitor. Saat Hangseng murah broker membelinya (buy) saat harga naik broker menjualnya (sell). Ada segelintir nasabah yang untung tetapi lebih banyak yang merugi. High profit, must be high risk ujar para manager. Uang ratusan juta rupiah amblas di perdagangan aneh tersebut.  Ini dikarenakan broker bernafsu melakukan transaksi, sebab setiap transaksi yang terjadi ada imbalan (fee) untuk broker.



Di hari Lebaran kami tetap masuk kantor setelah shalat Idul Fitri, karena bursa Hangseng tak kenal kata libur selain hari Minggu. Sebagai rasa terima kasih teman-teman saya (para broker) menghadiahi nasabah mereka parcel. Saya kaget melihat harga parcelnya: paling murah harga parselnya 700 ribu.

Waktu itu saya masih  pemula dan belum memiliki nasabah untuk dihadiahi parcel. Seribu heran bergelayut dalam benak saya. Buat apa orang kaya dikasih parcel? Ini seperti membuang air garam ke laut! Mahal bener ya untuk membahagiakan orang kaya? Alangkah indahnya bingkisan lebaran tersebut diberikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Mereka pasti lebih pandai bersyukur. Selamat berbagi parcel cinta di hari raya, jangan salah sasaran ya sahabat.


2 komentar: