09 Juni 2009

Mirip Nirmala Bonat, TKW Asal Garut Disiksa di Malaysia

TEMPO Interaktif, Kuala Lumpur: Kasus penyiksaan secara kejam terhadap pembantu rumah tangga asal Indonesia seperti yang pernah dialami Nirmala Bonat kembali terjadi di Malaysia. Kali ini korbannya Siti Hajar, 33 tahun , tenaga keja wanita asal Garut, Jawa Barat.


"Kondisinya Siti sangat mengenaskan. Staf KBRI yang melihat fotonya mengatakan ini lebih parah dari Nirmala Bonat," kata Minister Konselor Penerangan Sosial dan Budaya Widyarka Ryananta kepada wartawan, Selasa (9/6).

Nirmala Bonas adalah TKW asal Flores, Nusa Tenggara Timur, yang juga disiksa oleh majikannya. Selama kurang ebih tiga tahun Nirmala menunggu proses hukum di Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur.

Bentuk penganiayaan yang diterima Siti memang tidak manusiawi, selain disiram dengan air panas, Siti juga sering dipukul dengan kayu di sekujur tubuhnya jika melakukan kesalahan dalam bekerja.

Dari penjelasan Widyarka didapat informasi bahwa Siti bekerja sebagai pembantu rumah tangga sejak 2 Juli 2006. Semula Siti bekerja pada majikan bernama Lim Hu Su. Baru empat 4 hari ia kemudian pindah ke majikan lain bernama Michel.

Sejak bekerja pada majikan yang kedua inilah, Widyarka mengungkapkan, Siti mengalami penganiayaan dan penyiksaan. Majikan Siti juga melanggar aturan , tidak membayar gaji Siti selama 34 bulan atau hampir 3 tahun.

Tak kuat menderita siksaan, Siti Hajar kabur dari rumah majikannya di 1/19/1 Lanai Kiara Condominium, Jalan Kiara 3, Bukit Kiara, Mont Kiara, Kuala Lumpur pada Senin 8 Juni 2009 pukul 01.00 pagi.

Saat lolos dari apartemen majikannya, Siti naik taksi menuju Kantor Kedutaan Indonesia. KBRI telah memanggil majikan dan PT AT Venture Provision, penyalur pembatu rumah tangga yang mendatangkan Siti Hajar dari Indonesia. Michel, majikan Siti, sudah diserahkan dan ditahan polisi.

Widyarka menjelaskan, KBRI mendampingi Siti Hajar membuat laporan kepada polisi Malaysia. "Visum Siti dilakukan Rumah Sakit Pusat Universitas Malaya," papar Widyarka.

Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Da’i Bachtiar, meminta polisi Malaysia bertindak tegas. "KBRI sigap terhadap perlindungan warga Indonesia dari masalah hukum," ujar matan Kepala Kepolisian RI itu.

SAFWAN AHMAD

Sumber : Koran Tempo, Selasa, 9 Juni 2009


Tidak ada komentar:

Posting Komentar