23 November 2014

Reaksi atas Naiknya BBM

BBM diumumkan naik tanggal 17 November 2014, oleh Presiden Jokowi pukul 22.00 di televisi. Dari Rp Rp 6.500 menjadi Rp 8.500. Mahasiswa Bogor berdemo membakar ban, memacetkan. Bikin repot orang lain. Para pembaca koran Radar Bogor memaki-maki di ruang  Mimbar Bebas, pemerintah yang baru seminggu dengan kata-kata yang beragam. Merasa diri yang paling benar sendiri. Semua itu tak menyelesaikan masalah. 

Menurut saya, jika BBM naik, hadapi saja. Ini bukan pertama kalinya BBM naik. Fokuskan pikiran untuk menemukan solusi memperbesar potensi pendapatan. Jika Anda pekerja kantoran, gunakan waktu luang Anda untuk bekerja secara freelance. Anda bisa bekerja sebagai penulis online, barista, menjual produk orang lain dengan bantuan sosial media. dan lain sebagainya. Sementara orang lain sibuk memaki dan hasilnya cuma lelah dan tak merubah apa pun. 

Jika keadaan memburuk, perbaiki hubungan Anda dengan Allah. Berusahalah untuk bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja ikhlas, agar Tuhan di atas sana menangis dan tidak punya alasan untuk tidak menolong Anda. Berprasangka baik saja terhadap Allah. Sikap terbaik adalah walaupun Anda kalah tetapi tidak menyerah. 

Saya tidak menuntun Anda pasrah, atau sabar dengan tidur-tiduran di rumah dan berharap keadaan membaik secara otomatis.Kata orang orang barat (Bogor, Jawa Barat); sabar, lain sare di imah.Kejarlah mimpi Anda yang paling jelita dengan berlari. Jika kaki Anda terluka, berjalanlah, jika kaki Anda sakit merangkaklah...sampai Anda mencapai puncak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar